Jumat, 11 September 2009

PEJABAT BONDOWOSO YANG TERKOTAK-KOTAK

Bila kita melihat data BPS Bondowoso merupakan kabupaten miskin di Indonesia, dilihat dari PDB maupun kriteria lain memang Bondowoso patut untuk diperhatikan dengan serius oleh pemerintah, khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso sebagai Instansi yang paling bertanggung jawab langsung terhadap keadaan masyarakat Bondowoso.
Namun, sayang seribu sayang, keadaan masyarakat yang sedemikian memprihatinkan tidak direspon oleh Para Pejabat yang berkuasa di Bondowoso. Mereka Justru Sibuk saling berseteru, hal yang tidak pantas dilakukan oleh Korps Pegawai Negeri Sipil. Rumor yang beredar bahkan perseteruan antara Bupati yang didukung sekda dengan Wakil Bupati telah mengakibatkan Kinerja Aparat tidak karuan.
Kabar perseteruan ini tidak lah rumor belaka, menurut sumber pejabat eselon di lingkungan pemkab Bondowoso, perseteruan itu telah menjadi ajang perang dingin yang efeknya dirasakan oleh pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkab Bondowoso. Yang paling baru adalah PEMBERSIHAN (baca=pelantikan untuk membuang) para Pejabat Pendukung wakil Bupati Bondowoso yang dilakukan beberapa hari yang lalu. Beberapa pejabat Eselon III,IV yang menurut BAPERJAKAT (baca=SEKDA) dinilai dekat dengan wakil bupati DISINGKIRKAN !!
Bahkan baperjakat tidak lagi menggunakan AKAL SEHAT untuk melakukan mutasi, beberapa pejabat yang mempunyai sama sekali tidak punya back ground pendidikan dan pengalaman JELAS-JELAS di-BUANG di dinas maupun satker yang sama sekali tidak berhubungan dengan latar belakang pendidikannya. Dalil untuk pembinaan?? pembinaan model apa ini??Mana Akal, nurani dan etika BAPERJAKAT?? ini tentu memprihatinkan, Sungguh ini perbuatan yang sangat Dholim, Lalai, yang sangat-sangat dibenci yang telah dilakukan oleh Orang-orang yang meng-identikan dengan orang yang agamis. Mana ada tuntunan dalam agama (Islam) untuk melakukan perbuatan yang dholim seperti ini???
Kenapa para pejabat ini tidak menggunakan suasana ramadlan untuk memperbanyak amal sholeh pada sesama dan meningkatakan ibadah pada Alloh SWT, mereka justru menciptakan benih-benih perpecahan antar manusia?? Kalau baperjakat itu Muslim kenapa mereka berprilaku seperti itu?? prosedur baku kepegawaian yang bisa dilakukan, misalnya pemanggilan oleh banwas (inspektorat) yang kemudian ditindak lanjuti dengan peringatan, baru penindakan.
Konon menurut sumber dalam intern baperjakat,dalam sidang yang dipimpin oleh Sekda, Sekda telah menyiapkan Nama-nama orang-orang yang sudah disiapkan untuk menduduki pos-pos yang strategis di satker-satker yang basah dan menentukan. Sekda tak lagi mau mendengarkan pertimbangan anggota baperjakat, sungguh ini merupakan ke-dholiman yang sangat berlebihan dalam memanfaatkan jabatannya. Bukankah Jabatan itu adalah amanah Alloh SWT?? apa tidak terpikirkan betapa mereka yang dibuang itu adalah anak, menantu, saudara, atau ayah/ibu kita??? Astaghfirulloh... segeralah para pejabat seperti ini segera bertaubat, mumpung masih bulan ramadlan!
Yang menjadi pertanyaan adalah, kenapa para pejabat itu tidak memikirkan bagaimana Bondowoso yang Miskin ini bisa diangkat menjadi kabupaten yang maju?? Mereka justru sibuk membuat kemudlaratan dengan memecah belah pegawai negeri sipil, yang Pro Wabup dan Pro Bupati???
Entahlah, saya bukan pegawai, jadi gak bisa merasakan seberapa besar persaingan dalam lingkungan birokrasi, tapi memang begitulah mental Pejabat di Indonesia, mau menang sendiri, sikut kiri kanan, injak bawahan,yang penting bisa eksis, dan memperkaya diri sendiri.
Sampai kapan Bondowoso akan maju kalo mental pejabatnya seperti ini???
Wahai Bapak Amin Said Husni, Wahai Wabup Haris Son Haji, wahai H. Marsito, SH mari kita majukan Bondowoso... amanah ada dipundak kalian, bukan untuk dibangga-2kan dan untuk mepermainkan nasib orang-orang kecil dibawahmu....Jangan berseteru, ingat SIKSA ALLOH SWT SANGAT PEDIH....!! Amien..!!